Saturday, 14 November 2015

Bioteknologi konvensional, contoh dan manfaat

Bioteknologi konvensional – Bioteknologi konvensional adalah semua produk bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme untuk menghasilkan produk dan jasa, misalnya mikroorganisme yang digunakan adalah jamur maupun bakteri yang berperan dalam menghasilkan enzim – enzim tertentu untuk melakukan proses metabolisme agar didapatkan produk yang diinginkan dan bermanfaat bagi umat manusia. Bioteknologi konvensional tidak menggunakan teknik rekayasa genetika sama sekali.

bioteknologi konvensional

Contoh bioteknologi konvensional

Ada banyak sekali produk bioteknologi konvensional yajng sering kita gunakan sehari – hari. berikut ini daftar contoh bioteknologi konvensional dilengkapi dengan bahan yang dibutuhkan dan jenis mikroorganismenya :

1. Tempe dibuat menggunakan Kedelai dengan memanfaatkan Rhizopus oligosporus

2. Tauco dibuat menggunakan Kedelai dengan memanfaatkan Aspergillus oryzae

3. Kecap dibuat menggunakan Kedelai dengan memanfaatkan Aspergillus soyae

4. Oncom dibuat menggunakan Bungkil kacang dengan memanfaatkan Monillia sitophilia

5. Yoghurt dibuat menggunakan susu dengan memanfaatkan Streptococcus thermophilus 

6. Yoghurt dibuat menggunakan Susu dengan memanfaatkan Lactobacillus vulgaris

7. Keju dibuat menggunakan Susu dengan memanfaatkan Lactobacillus vulgaris

8. Keju dibuat menggunakan Susu dengan memanfaatkan Lactobacillus lactis

9. Mentega dibuat menggunakan Susu dengan memanfaatkan Streptococcus lactis

10. Asinan dibuat menggunakan Kubis dengan memanfaatkan Lactobacillum plantarum 

Manfaat bioteknologi konvensional

Ada banyak sekali manfaat yang di dapatkan dari produk bioteknologi konvensional dalam kehidupan sehari – hari kita. berikut ini beberapa manfaat dari bioteknologi konvensional :

1. Meningkatkan kandungan gizi dari hasil produk bioteknologi berupa makanan dan minuman karena telah terjadi perubahan kandungan zat dari bahan makanan tersebut.

2. dapat memunculkan sumber makanan baru  yang sangat bermanfaat misalnya air kelapa tua dapat dijadikan produk nata de coco. Kedelai digunakan untuk membuat makanan kecap.

3. membuat makanan menjadi lebih tahan lama dari sebelumnya. contoh produknya adalah asinan yang bisa bertahan lebih lama dibandingkan bila tidak diasinkan.

4. Dapat meningkatkan pendapatan per kapita. Masyarakat yang paham cara membuat nata de coco dapat memasarkan produkny hasil olahan air kelapa tua ini menjadi uang yang lebih bernilai tinggi.

Demikianlah pembahasan mengenai bioteknologi konvensional, contoh bioteknologi konvensional dan manfaat bioteknologi konvensional.

Baca juga :

Pengertian rantai makanan (lengkap)

Pola hidup sehat yang dapat mencegah diabetes

Kenali Penyakit Diabetes Lebih Jauh Serta Cara Menanggulanginya Dengan Obat Herbal

Pengertian Bioteknologi, Bioteknologi Konvensional dan Bioteknologi Modern

Photo : life.viva(dot)co(dot)id